<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<rss version="0.91">
  <channel>
    <title>alumnipersmaUGM</title>
    <link>http://persmaugm.blogdrive.com/</link>
    <description>alumnipersmaUGM</description>
    <lastBuildDate>Mon, 09 Jul 2007 18:35:01 PDT</lastBuildDate>
    <generator>http://www.blogdrive.com</generator>
    <copyright>Copyright 2007.</copyright>
    <category>Organizations</category>
    <item>
      <title>Memaknai Bredel di Era Kebebasan Pers</title>
      <link>http://persmaugm.blogdrive.com/archive/31.html</link>
      <pubDate>Mon, 09 Jul 2007 11:33:57 GMT</pubDate>
      <description>
Forum

Memaknai Bredel di Era Kebebasan Pers









Oleh Manunggal K Wardaya 

Isu
hidupnya lembaga bredel dalam legislasi pers nasional kembali
menghantui insan pers Indonesia. Beberapa kalangan mengaku telah
menerima draf perubahan UU Pers yang di dalamnya konon antara lain
memuat pengaturan mengenai bredel. Ketakutan akan comeback-nya rezim
otoriter yang menabukan kritik dan membudayakan sensor, pembungkaman,
serta pembutatulian warga kembali menyeruak. Tak pelak wacana hendak
dimunculkannya kembali bredel dalam pembaharuan hukum pers yang
sebenarnya masih dalam... (more)</description>
      <comments>http://persmaugm.blogdrive.com/comments?id=31</comments>
    </item>
    <item>
      <title>400 Mading Pecahkan Rekor Muri</title>
      <link>http://persmaugm.blogdrive.com/archive/30.html</link>
      <pubDate>Mon, 09 Jul 2007 11:29:11 GMT</pubDate>
      <description>
Kreativitas

400 Mading Pecahkan Rekor Muri

Yogyakarta,
Kompas - Pameran majalah dinding yang digelar Surat Kabar Mahasiswa
Universitas Gadjah Mada Bulaksumur di area bulevar kampus UGM, Minggu
(8/7), memecahkan rekor Muri sebagai mading terbanyak. Tercatat 400
mading karya pelajar dan mahasiswa dipajang dalam pameran itu. Jumlah
majalah dinding (mading) itu jauh lebih banyak dari catatan rekor
sebelumnya, yakni 229 mading, yang dipegang harian Jawa Pos tahun 2003
di Surabaya. Karena itu, menurut Ari Andriani dari lembaga Muri, mading
terbanyak ini layak masuk dalam rekor Muri... (more)</description>
      <comments>http://persmaugm.blogdrive.com/comments?id=30</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Belanja Iklan di Koran Naik 21 Persen</title>
      <link>http://persmaugm.blogdrive.com/archive/29.html</link>
      <pubDate>Wed, 16 May 2007 03:33:45 GMT</pubDate>
      <description>Jakarta, Kompas -
Belanja iklan di media massa pada kuartal I/2007 mencapai Rp 7 triliun,
atau naik 19 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu
yang mencapai Rp 5,9 triliun. Dalam periode itu belanja iklan di koran
tumbuh 21 persen menjadi Rp 2,1 triliun.
Demikian
hasil survei PT AC Nielsen Indonesia yang memonitor belanja iklan di 19
stasiun televisi, 82 koran, dan 127 majalah serta tabloid.
&quot;Belanja
iklan di televisi pertumbuhannya hanya 19 persen, sedangkan untuk
majalah dan tabloid 5 persen,&quot; kata Senior Manager Client Service PT AC
Nielsen Indonesia Ika... (more)</description>
      <comments>http://persmaugm.blogdrive.com/comments?id=29</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Media Jangan Terkooptasi</title>
      <link>http://persmaugm.blogdrive.com/archive/28.html</link>
      <pubDate>Wed, 16 Aug 2006 08:13:50 GMT</pubDate>
      <description>
Pers Indonesia

Media Jangan Terkooptasi

Jakarta,
Kompas - Dalam seminar bertajuk &quot;Pandangan dan Harapan terhadap Peran
Pers Dewasa Ini&quot;, mengemuka harapan agar media massa, baik cetak maupun
penyiaran, tidak terkooptasi oleh arus politik dan ekonomi. Harapan itu
menguat karena media massa memiliki peran penting dalam proses
pencerdasan bangsa, membangun wawasan dan sikap kritis warga.
Ketua
MPR Hidayat Nur Wahid mengemukakan, media massa harus mampu bersikap
independen dan menempatkan diri sebagai alat kontrol yang obyektif bagi
kinerja legislatif dan eksekutif. Secara khusus,... (more)</description>
      <comments>http://persmaugm.blogdrive.com/comments?id=28</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Iklan Tidak Pantas Menganulir Investigasi</title>
      <link>http://persmaugm.blogdrive.com/archive/27.html</link>
      <pubDate>Sat, 06 May 2006 14:04:52 GMT</pubDate>
      <description>
Media Massa

Iklan Tak Pantas Menganulir Investigasi

Jakarta,
Kompas - Sebagai hasil kerja kreatif yang dilandasi idealisme
profesionalisme, liputan investigasi dari media massa sepatutnya
dipandang sebagai suguhan informasi bagi publik yang bisa
dipertanggungjawabkan. Sungguh naif jika demi kepentingan bisnis
perusahaan media bersangkutan muncul iklan yang justru menganulir hasil
liputan investigasi. Demikian
wacana yang mengemuka dalam diskusi publik tentang hubungan antara
iklan dan redaksi di Jakarta, Jumat (5/5). Diskusi membahas
ketidaklaziman yang terjadi pada produk... (more)</description>
      <comments>http://persmaugm.blogdrive.com/comments?id=27</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Rosihan Anwar dan Musim gugur Jurnalisme</title>
      <link>http://persmaugm.blogdrive.com/archive/26.html</link>
      <pubDate>Sat, 06 May 2006 13:59:20 GMT</pubDate>
      <description>
Doktor Honoris Causa

Rosihan Anwar dan Musim Gugur Jurnalisme

Hariadi Saptono

Tahun 1968, dia
pergi ke Eropa. Di sana, ia menemukan Eropa yang makmur tengah diliputi
salju. Dicermatinya. Dicatatnya. Sekarang, ketika usianya 84 tahun, ia
menyaksikan musim gugur itu di Indonesia: musim gugur jurnalisme.
Dalam
hatinya, jujur dia mengakui, etika dan etos jurnalisme yaitu para
wartawan dan kinerja perusahaan pers Indonesia sekarang, disebutnya
telah kehilangan ideologi.
Saya
teringat, betapa pemandangan alam dan pergantian musim bisa menjadi
topik untuk tajuk rencana. Surat... (more)</description>
      <comments>http://persmaugm.blogdrive.com/comments?id=26</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Media dan Anak Muda di indonesia</title>
      <link>http://persmaugm.blogdrive.com/archive/25.html</link>
      <pubDate>Sat, 06 May 2006 09:51:15 GMT</pubDate>
      <description>
Media dan Anak Muda di Indonesia

Sebelum dan Sesudah 1998




NURAINI JULIASTUTI


Tulisan ini
dibuat guna memotret gerak anak muda pada masa sebelum reformasi dan
perubahan di wilayah kreativitas yang terjadi pada tahun-tahun
setelahnya. Fokus tulisan adalah pada media alternatif yang dikerjakan
oleh anak muda. Saya akan memulainya dengan pengalaman pribadi sebagai
aktivis pers mahasiswa di awal tahun 1990-an dan refleksi atas
perubahan yang terjadi pada tahun-tahun setelah 1998. 
Tahun
1994-1998. Pada pertengahan 1990-an, paling tidak ada tiga jenis
mahasiswa. Pertama,... (more)</description>
      <comments>http://persmaugm.blogdrive.com/comments?id=25</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Perlu Kritik ke Dalam</title>
      <link>http://persmaugm.blogdrive.com/archive/24.html</link>
      <pubDate>Thu, 29 Sep 2005 08:34:41 GMT</pubDate>
      <description>
Jakarta, Kompas - Komunitas pers yang selama ini dikenal selalu kritis pada persoalan kemasyarakatan sering kali tidak bisa kritis dengan lingkungannya sendiri. Tidak heran jika wartawan juga tidak kritis terhadap perusahaan di mana dia bekerja, organisasi wartawan, dan etika moral dari rekan sesama wartawan.
Hal ini disampaikan Andreas Harsono dari Pantau dalam diskusi ”Ideologi dan Jurnalisme” yang diselenggarakan Freedom Institute, Selasa (27/9) malam di Jakarta. ”Jangan bicara soal profesionalisme wartawan karena mereka hanya diperlakukan sebagai bagian dari proses produksi yang... (more)</description>
      <comments>http://persmaugm.blogdrive.com/comments?id=24</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Lulusan IPB Kok Jadi Wartawan</title>
      <link>http://persmaugm.blogdrive.com/archive/23.html</link>
      <pubDate>Fri, 23 Sep 2005 05:30:30 GMT</pubDate>
      <description>Membuka-buka dokumentasi klipping, pengelola weblog ini menemukan tulisan (alm) Andi Hakim Nasution di Kompas, 19 Mei 1986. Meski tulisan ini sudah lama tapi masih aktual. Apalagi beberapa saat lalu dalam sebuah obrolan santai dengan salah satu redaktur detik.com, terungkap bahwa lapis terbaru [terbawah] detik.com sekarang banyak diisi oleh lulusan ITB yang fresh graduate dan mereka memang menyelesaikan kuliahnya secara tepat waktu/ tepat dan ber indeks prestasi bagus. 







Memang tidak banyak pihak yang memiliki dokumentasi artikel ini. Bahkan sepertinya panitia 70 tahun Prof Andi... (more)</description>
      <comments>http://persmaugm.blogdrive.com/comments?id=23</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Jurnalistik Salah Satu Profesi Mulia</title>
      <link>http://persmaugm.blogdrive.com/archive/22.html</link>
      <pubDate>Thu, 22 Sep 2005 10:18:19 GMT</pubDate>
      <description> Jurnalistik itu salah satu professi mulia : ungkap Rosihan Anwar dalam bukunya Profil Wartawan Indonesia (1997). Tapi jika ditanyakan kepada seorang wartawan, mengapa profesinya itu dikatakan mulia, mantan pemimpin redaksi Skh : Pedoman itu, menyatakan tidak selalu dapat jawaban memuaskan, apakah yang dimaksud dengan profesi? 
Ahli-ahli Sosiologi menjawab: Bahwa suatu profesi umumnya dikenali sebagai suatu pekerjaan yang berurusan dengan cara yang sangat etik dengan hal-hal yang istimewa atau penting bagi seorang langganan atau bagi suatu komunitas. Dalam makna ini, kependetaan, ketabiban... (more)</description>
      <comments>http://persmaugm.blogdrive.com/comments?id=22</comments>
    </item>
  </channel>
</rss>
