/*

400 Mading Pecahkan Rekor Muri « alumnipersmaUGM


kami adalah komunitas alumni penggiat pers mahasiswa UGM yogyakarta. Mirror site ada di sini


Situs Baru www.b21.web.id
milis tercinta
bahan-bahan tentang pers
Majalah Balairung UGM
Bulaksumur Pos
persma ITB
persma Balance AA YKPN
PPMI Dewan Kota Bandung
Blog Hayamwuruk
PPMI(persma.org)
PPMI
Tulisan di endonesia.net
LPM UIN Jakarta
UGM
Isola Pos
LPM Ekspresi UNY
ITB yang merunduk
Kami terdiri atas: Mahkamah, Agrita, Clapeyron, Entropy, Balairung, Bulaksumur, Sintesa, Pijar, dan banyak lagi nama-nama itu...
   

<< July 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




Click to join ngangkring
Pencet di sini untuk ndaftar milis ngangkring



If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Monday, July 09, 2007
400 Mading Pecahkan Rekor Muri

Kreativitas
400 Mading Pecahkan Rekor Muri

Yogyakarta, Kompas - Pameran majalah dinding yang digelar Surat Kabar Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Bulaksumur di area bulevar kampus UGM, Minggu (8/7), memecahkan rekor Muri sebagai mading terbanyak. Tercatat 400 mading karya pelajar dan mahasiswa dipajang dalam pameran itu.


Jumlah majalah dinding (mading) itu jauh lebih banyak dari catatan rekor sebelumnya, yakni 229 mading, yang dipegang harian Jawa Pos tahun 2003 di Surabaya. Karena itu, menurut Ari Andriani dari lembaga Muri, mading terbanyak ini layak masuk dalam rekor Muri dan tercatat dengan nomor rekor 2.631. Piagam penghargaan diserahkan Muri yang diwakili Ari Andriani kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UGM Chairil Anwar.

Ketua panitia lomba dan pameran mading bertajuk "Mbeber Ekspresi", Maharani Ratna Pambayun, menuturkan, acara pemecahan rekor yang digelar untuk memperingati ulang tahun ke-16 SKM UGM Bulaksumur itu diawali dengan lomba mading tingkat SMP, SMA, mahasiswa, dan umum. Pengumpulan mading dilakukan 18 Juni-3 Juli.

"Mading dari para peserta lomba itulah yang dipamerkan dalam pemecahan rekor ini. Peserta sendiri ada sekitar 150 kelompok. Setiap kelompok bebas mau mengumpulkan berapa mading. Terkumpul 400 buah," katanya.

Lomba

Maharani menuturkan, lomba dan pemecahan rekor itu bertujuan menggalakkan budaya menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa sekaligus untuk mengenalkan dunia jurnalistik mading. "Mading itu sesuatu yang menarik, mudah tetapi memerlukan kreativitas untuk membuatnya. Menulis di mading bisa dengan gaya santai, tidak perlu sangat serius, sederhana saja bisa," katanya.

Ia menuturkan, berdasarkan pengamatan yang dilakukan, dunia mading saat ini cenderung lesu. Meski beberapa kali lomba mading sudah digelar, ini belum berdampak signifikan membangkitkan dunia mading di sekolah dan di perguruan tinggi. "Kami ingin membuat acara yang berbeda. Selama ini lomba mading kurang gereget. Nah dengan acara seperti ini diharapkan bisa lebih luas cakupannya sehingga akan bisa mendorong pelajar dan mahasiswa selalu mengingat mading," tuturnya.

Chairil Anwar berharap pemecahan rekor dapat memberikan semangat bagi pelajar dan mahasiswa untuk aktif dalam dunia tulis-menulis dan jurnalistik. "Selama ini kita kan lebih banyak budaya lisan bukan menulis dan membaca. Budaya menulis perlu digalakkan," ungkapnya. (RWN)

Sumber: Kompas, 9 Juli 2007


Posted at 06:29 pm by avicenia

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry