Kreativitas
400 Mading Pecahkan Rekor Muri
Yogyakarta,
Kompas - Pameran majalah dinding yang digelar Surat Kabar Mahasiswa
Universitas Gadjah Mada Bulaksumur di area bulevar kampus UGM, Minggu
(8/7), memecahkan rekor Muri sebagai mading terbanyak. Tercatat 400
mading karya pelajar dan mahasiswa dipajang dalam pameran itu.
Jumlah
majalah dinding (mading) itu jauh lebih banyak dari catatan rekor
sebelumnya, yakni 229 mading, yang dipegang harian Jawa Pos tahun 2003
di Surabaya. Karena itu, menurut Ari Andriani dari lembaga Muri, mading
terbanyak ini layak masuk dalam rekor Muri dan tercatat dengan nomor
rekor 2.631. Piagam penghargaan diserahkan Muri yang diwakili Ari
Andriani kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UGM
Chairil Anwar.
Ketua
panitia lomba dan pameran mading bertajuk "Mbeber Ekspresi", Maharani
Ratna Pambayun, menuturkan, acara pemecahan rekor yang digelar untuk
memperingati ulang tahun ke-16 SKM UGM Bulaksumur itu diawali dengan
lomba mading tingkat SMP, SMA, mahasiswa, dan umum. Pengumpulan mading
dilakukan 18 Juni-3 Juli.
"Mading
dari para peserta lomba itulah yang dipamerkan dalam pemecahan rekor
ini. Peserta sendiri ada sekitar 150 kelompok. Setiap kelompok bebas
mau mengumpulkan berapa mading. Terkumpul 400 buah," katanya.
Lomba
Maharani
menuturkan, lomba dan pemecahan rekor itu bertujuan menggalakkan budaya
menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa sekaligus untuk mengenalkan
dunia jurnalistik mading. "Mading itu sesuatu yang menarik, mudah
tetapi memerlukan kreativitas untuk membuatnya. Menulis di mading bisa
dengan gaya santai, tidak perlu sangat serius, sederhana saja bisa,"
katanya.
Ia
menuturkan, berdasarkan pengamatan yang dilakukan, dunia mading saat
ini cenderung lesu. Meski beberapa kali lomba mading sudah digelar, ini
belum berdampak signifikan membangkitkan dunia mading di sekolah dan di
perguruan tinggi. "Kami ingin membuat acara yang berbeda. Selama ini
lomba mading kurang gereget. Nah dengan acara seperti ini diharapkan
bisa lebih luas cakupannya sehingga akan bisa mendorong pelajar dan
mahasiswa selalu mengingat mading," tuturnya.
Chairil
Anwar berharap pemecahan rekor dapat memberikan semangat bagi pelajar
dan mahasiswa untuk aktif dalam dunia tulis-menulis dan jurnalistik.
"Selama ini kita kan lebih banyak budaya lisan bukan menulis dan
membaca. Budaya menulis perlu digalakkan," ungkapnya. (RWN)
Sumber: Kompas, 9 Juli 2007
Posted at 06:29 pm by avicenia